Lagu Pertama Di Dunia Berasal Dari Wilayah Suriah

Himne Suriah 16 Okt

Lagu Pertama Di Dunia Berasal Dari Wilayah Suriah

Lagu pertama di dunia ternyata bukanlah dari negara penghasil musisi Hollywood seperti Amerika Serikat, ataupun Korea Selatan yang tenar berkat Kpop. Frekuensi suara tertentu yang menghasilkan bunyi merdu ternyata telah dipelajari secara mendalam oleh rakyat Suriah ribuan tahun sebelum negara itu berdiri.

Penduduk asli yang bermukim di sekitaran wilayah kekuasaan Suriah pada masa ini, dulu sekali mereka mendedikasikan diri khusus demi bermusik. Tidak tanggung – tanggung, pengetahuan dan pelajaran tentang seluk beluk musik telah mereka olah hingga beribu – ribu tahun lamanya.

Perkembangan musik pada daerah Suriah juga mendapat pengaruh dari berbagai macam aliran kepercayaan seperti Kristen, Islam, Yahudi, dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena masing – masing pemuka agama mengemban misi untuk menyebarkan ajarannya sehingga praktik keagamaan cukup lazim kala itu.

Lagu Pertama Di Dunia Berasal Dari Wilayah Suriah

Kemudian pada tahun 1950, sekumpulan arkeolog berhasil mengumpulkan 30 potongan artifak bermaterial tanah liat dari ruangan terpencil perpustakaan kota Ugarit. Lebih tepatnya, lokasi berada di sekitaran pinggir Laut Mediterania, dan setelah bekerja sama dengan ahli sains, diperkirakan usianya 3.400 tahun.

Setelah melakukan pembersihan secara menyeluruh, akhirnya mereka dapat melihat ada semacam tulisan terpahat pada potongan tanah liat misterius tersebut. Seluruhnya adalah sebuah awal dari segala macam warisan musik yang pernah manusia temukan dari berbagai penjuru dunia dan arah mata angin.

Lagu Pertama Di Dunia Terukir Pada Tablet Ugarit

Para peneliti terdiri dari arkeolog dan ilmuwan handal, bersatu padu bekerja sama menyusun potongan terduga berisi lagu pertama di dunia. Mereka kewalahan membaca isi tulisan yang lebih mirip notasi yang belum diketahui susunan nadanya, sembari berjuang menerjemahkan kalimat ke bahasa Inggris.

Siapapun pasti begitu penasaran ingin mengetahui mengenai bagaimana apabila tulisan tersebut dimainkan menjadi sebuah lagu menggunakan alat musik zaman sekarang.  Satu misteri terpecahkan, manakala ilmuwan tersebut mendapati bahwa tulisan pada tablet tanah liat itu merupakan milik rakyat Babilonia.

Sempat berkuasa dan menguasai sejumlah wilayah besar di bumi, kerajaan Babilonia pernah mencapai puncak masa keemasannya dan begitu kuat pengaruhnya. Alhasil, aksara Babilonia sering dipakai sebagai kesepakatan Internasional sehingga tidaklah mengherankan bahwa tablet tanah liat itu berbahasa Babilonia.

Tablet Ugarit berasal dari potongan tanah liat

Problem terbesar dalam pengungkapan isi tulisan dalam tablet kuno tersebut bukan hanya sekedar pembacaan naskahnya saja lalu misteri dengan mudahnya terkuak. Lebih daripada itu, gaya kalimatnya menggunakan banyak majas dan perumpamaan rumit sehingga sulit memahami rangkaian syair pada lagu pertama di dunia.

Adalah Richard Dumbrill, seorang profesor kenamaan seputar bidang musik pada Babylon University berlokasi di Irak, mendedikasikan dirinya meneliti tablet melebihi dua dekade. Sudah berbagai macam cara ia lakukan demi menemukan cara penerjemahan gubahan lagu dengan seakurat mungkin, namun hasilnya selalu nihil.

Misteri Isi Syair Dan Lirik Pada Tablet Ugarit Hampir Terungkap

Profesor Richard telah mencurahkan segenap perjuangan serta kerja kerasnya sembari membuka semua peluang yang mungkin bisa dilakukan terhadap Tablet Ugarit. Beliau bahkan memotret setiap potongan tanah liat lalu ‘menjahit’ setiap foto sehingga tersusun bagaikan sebuah puzzle, tapi belum membuahkan hasil.

Richard berujar, bahwasanya lagu pertama di dunia tersebut telah hancur dalam kondisi mengenaskan sehingga sulit mengenalinya untuk membaca lagi. Tingkat kesulitan semakin tinggi manakala naskah asli tulisan sebagian berasal dari aksara Hurrian asal Kaukasus sebelah timur laut Suriah.

Pencampuran penggunaan dua bahasa kuno yang rumit dan sulit grammarnya menyebabkan Richard susah payah menerjemahkannya puluhan tahun hanya demi sebuah tablet. Bayangkan saja, dua puluh tahun telah berlalu dan beliau hanya mampu mendeteksi sekitar satu bait lagu pertama di dunia itu. Jadi buat kalian para Youtuber, jangan harap bisa bikin cover lagu tersebut, ya.

Hiimne Suriah bukan sekedar berisi ritual keagamaan

Richard Dumbrill melanjutkan, lagu pada Tablet Ugarit lebih dari sekedar sebuah himne terkait perayaan ritual aliran kepercayaan belaka. Hal itu dapat terlihat dari sebagian potongan tanah liat yang menerangkan kejadian seorang penjual alkohol menuangkan bir pada konsumennya.

Potongan tablet lainnya bahkan mengisahkan seorang wanita belia yang bersedih karena telah sejak lama belum dikaruniai anak satu pun. Ia menyimpulkan bahwa mungkin saja sedang mendapat tulah akibat perilakunya menyinggung para dewa, sehingga mempersembahkan sesajian pada Dewi Nigal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *