Sejarah Lagu Indonesia Raya Mewarnai Perjuangan Kemerdekaan

Sejarah Lagu Indonesia Raya 17 Okt

Sejarah Lagu Indonesia Raya Mewarnai Perjuangan Kemerdekaan

Sejarah lagu Indonesia Raya sudah sepantasnya kita kuasai apabila mengaku sebagai rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia karena ini merupakan lagu kebangsaan. Syair serta lantunan merdu dari Indonesia Raya merupakan hasil karya dari Wage Rudolf Supratman yang juga bekerja sebagai seorang jurnalis.

Dalam bentuk instrumental, Indonesia Raya pertama kali diperkenalkan melalui Kongres Pemuda jilid 2 yang jatuh pada 28 Oktober 1928. Peristiwa bersejarah tersebut juga menandai kebangkitan pemuda – pemudi Indonesia sehingga kemudian kita kenal sebagai hari raya Sumpah Pemuda Republik Indonesia.

Kongres Pemuda II Tonggak Sejarah Tanah Air

Awalnya WR Supratman ketika itu sedang mengerjakan tugas dari surat kabar Sin Po untuk meliput jalannya kegiatan Kongres Pemuda II.  Siapa sangka, WR Supratman menyimpan jiwa nasionalis yang sangat tinggi dan menciptakan sebuah lagu khusus untuk mengenang Indonesia Raya.

Lagu Indonesia Raya telah lama ia pendam sendiri dalam berkas miliknya, menunggu saat tepat untuk ia umumkan kepada khalayak ramai. Maka dari itu tatkala menerima pekerjaan untuk merekam jalannya Kongres Pemuda II, WR Supratman tidak menyia – nyiakan kesempatan emas ini.

Ketika Kongres tengah berlangsung, WR Supratman meminta izin untuk membawakan sebuah lagu instrumental kepada para pemuda dari seluruh daerah. Terjadilah momen ikonik manakala Indonesia Raya pertama kali berkumandang dengan lantang dan megah sehingga menggetarkan semangat juang para pemuda Indonesia kala itu. 

Sejarah Lagu Indonesia Raya Menerima Sambutan Hangat Dari Para Pemuda

Sejarah lagu Indonesia Raya pada saat pertama kali ingin dibawakan tidaklah semulus yang kalian bayangkan karena penuh resiko tinggi. Sugondo yang kala itu mengepalai Kongres Pemuda Indonesia jilid 2 mulanya mempersilahkan Supratman bernyanyi ketika rapat memasuki jam istirahat. 

Akan tetapi, manakala Sugondo memandangi isi syair lagu Indonesia Raya, mendadak timbul keraguan dalam hatinya sehingga sempat ingin membatalkannya. Bagaimanapun, pemerintah Belanda saat itu cukup intens dan mengawasi ketat pergerakan mencurigakan sedikitpun dari kalangan pribumi sehingga gerak – gerik terbatasi.

lagu indonesia raya dibawakan secara instrumental

Apabila memaksakan diri, kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi adalah acara Kongres Pemuda bisa kena boikot di pertengahan jalan. Namun WR Supratman mendesaknya untuk bisa mengusahakan lagu Indonesia Raya ia bawakan tanpa menyebabkan kericuhan maupun menarik perhatian pemerintah Belanda.

Sugondo pun mengalah dan berusaha mencari solusi ataupun jalan tengah agar Indonesia Raya bisa dikumandangkan tanpa menimbulkan kecurigaan. Maka dari itu, Supratman menyetujui ide untuk menyanyikan lagu gubahannya dalam bentuk instrumental menggunakan alat musik biola saja.

Detik demi detik berlalu, WR Supratman sedikit tegang namun tetap mantap memegang biola kepunyaannya sambil menunggu di belakang panggung. Begitu gesekan biola bergetar memenuhi aula, para pemuda yang hadir terdiam sembari terpesona karena alunan nadanya menyentuh lubuk hati. Meskipun bukanlah lagu pertama di dunia namun bagi pemuda Indonesia ia memiliki makna mendalam.

Perjuangan Jatuh Bangun Sebagai Sebuah Lagu Kebangsaan

Melihat respons para peserta Kongres Pemuda begitu gegap gempita, Sugondo menjadi ikut tergugah hatinya melihat pemandangan menakjubkan tersebut. Apalagi mereka sukses menyanyikan Indonesia Raya tanpa kendala berarti karena terbukti pemerintah Belanda tidak merasa curiga dan menganggapnya sebagai instrumental biasa.

Sugondo jadi bersemangat dan meminta WR Supratman membawakan kembali lagu tersebut pada saat panitia Kongres Pemuda dibubarkan Desember 1928.  Kali ini ia lebih berani, bahkan mengajak paduan suara untuk menyanyikan liriknya dengan suara lantang kepada para hadirin yang datang.

Sejarah Lagu Indonesia Raya Sebuah Lagu Kebangsaan

Lagu Indonesia Raya semakin populer sehingga mulai meresahkan bagi pemerintah Belanda, baginya ini merupakan sebuah ancaman yang mesti segera ditindaklanjuti. Dua tahun kemudian, Indonesia Raya menjadi sebuah lagu terlarang secara resmi oleh pemerintah Belanda karena mereka menganggapnya sebuah gangguan keamanan juga ketertiban.

WR Supratman pun semakin sering menerima ancaman pembunuhan, bahkan pernah merasakan penahanan dan menjalani interogasi dalam sel dibalik jeruji. Berkat bantuan dari para pemuda, ia dibebaskan dengan sebuah syarat bahwa lagu tersebut hanya dapat menyanyikannya dalam acara terbatas.

17 Agustus 1938, WR Supratman meninggal dunia setelah menahan penderitaan begitu lama akibat mengalami sakit keras pada tubuhnya. Lagu Indonesia Raya baru bisa bergema dengan bebas setelah Soekarno menyatakan kemerdekaan Indonesia tepat delapan tahun setelahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *